Kaca Jendela Ainnur

Aku jarang membaca. Sejak kerja dikelilingi buku baru timbul minat membaca. Dan agak banyak juga buku yang aku baca. Aku baca semua jenis buku ilmiah. Kalau novel pun jenis novel ilmiah. Novel yang ada motif dan memberi pengajaran. Novel yang paling aku suka ialah “The Missing Piece 1 & 2”. Penulis sudah tak ingat. Lately ni banyak telan semut.

 

Kalau setakat novel cintan cintun yang takde penghujung dan end up macam sengal, memang aku baca style aku. Depan sikit, tengah sikit, belakang sikit. Atau pun aku belek2 selai2 setakat nak tahu cerita. Supaya bila orang tanya aku tau le cerita ni best ke tak.

 

Ok, setop! Sekarang ni aku nak review sikit pasal novel ni. Kaca jendela ainnur. Tajuk sedap. Penerbit Jemari seni. Aku memang suka dengan kebanyakan buku terbitan Jemari seni sebab dia banyak genre. Terbitan lain pun suka juga. Nanti kata bias. Tidak. Cuma tengok pada jalan cerita juga.

 

Cerita ni menarik minat aku. Kisah hidup Ainnur yang tidak diterima ibu dan ayah kandungnya. Disayangi oleh bapa tirinya. Menjalani hidup dengan sangat tabah. Sedih dan sayu bila membaca. Semangat yang dibawa oleh Ainnur sangat tinggi untuk membuatkan ibu dan ayahnya sedar akan kewujudannya.

 

Antara paragraph yang ada dalam novel ni yang menyentuh hati aku ;

” Sering kita bertanya, kenapa kita diuji Allah. Tapi kita lupa pada janjiNya dalam surah al-ankabut ayat 2-3…. Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan : “Kami telah beriman” sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”

 

Bukankah ujian Allah itu tanda kasih sayangnya kepada kita dalam menguji keimanan kita kepadaNya? Bukankah ujian Allah itu sebenarnya untuk dia mendekatkan kita padaNya, agar kita sentiasa hampir dan dekat padaNya. Terkadang, hati selalu bertanya kenapa tak pernah miliki apa yang kita ingini? Tapi kita lupa kata-kata Allah dalam surah al-baqarah ayat 216…. Boleh jadi kami membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu ; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s